Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keringat (foto: Shutterstock)
Dream - Banyak hal yang membuat kita jadi sangat gugup, panik, atau stres. Dalam kondisi tersebut tubuh jadi berkeringat lebih banyak dari biasanya. Bahkan pada beberapa waktu aromanya juga lebih menyengat.
Jika Sahabat Dream bakal menghadapi situasi yang memicu rasa gugup disarankan untuk pakai deodoran dan parfum lebih banyak dari biasanya. Pasalnya, saat kondisi tersebut aroma keringat jadi lebih berbau.
Hal ini dijelaskan oleh George Preti, ahli kimia organik di Monell Chemical Senses Center, di Amerika Serikat. Menurutnya ada dua jenis kelenjar keringat pada tubuh yaitu ekrin dan apokrin.
Kelenjar ekrin menghasilkan keringat berair yang menutupi tubuh setelah seseorang berlari. Keringat jenis ini berkembang di seluruh kulit dan mendinginkan tubuh saat menguap, baik karena olahraga atau panas.
" Sementara, kelenjar apokrin hanya ditemukan di daerah ketiak dan aktif saat seseorang berada dalam tekanan psikologis. Keringat ini menghasilkan bau yang sangat kuat, terkadang saat Anda cemas atau takut," kata Preti, seperti dikutip dari Men's Health.
Profesor dermatologi di Baylor College of Medicine, Ramsey Markus, mengatakan, keringat yang dihasilkan dari kelenjar apokrin memiliki konsentrasi lemak, lipid, dan protein yang lebih tinggi.
Campuran ini sangat disukai oleh bakteri yang menghasilkan asam lemak dan amonia. Kondisi tersebut menciptakan bau yang sangat kuat.
Markus menambahkan, stres mengaktifkan sistem saraf simpatik tubuh. Hal ini membuat jantung berdetak lebih cepat, telapak tangan berkeringat, dan mulut menjadi kering.
Sekalipun berbau, Markus mengatakan bahwa keringat akibat stres tidak benar-benar membuat ketiak basah. Yang jadi perhatian mungkin hanya masalah baunya saja.
Sementara, jika seseorang mengalami hiperhidrosis atau keringat berlebih, hal ini jelas membuatnya dua kali lipat lebih tidak nyaman.
Para ilmuwan sendiri tidak yakin mengapa kelenjar apokrin menimbulkan bau. Namun, ada kemungkinan alasan evolusi di baliknya.
Preti mengatakan, hewan cenderung mengeluarkan bau saat mereka stres. Aroma ini menjadi sinyal kepada rekan-rekannya bahwa ada sesuatu yang berbahaya atau menakutkan sedang terjadi.

Untuk mengatasi kondisi yang bisa membuat kamu dijauhi orang lain semacam ini, cobalah untuk mengendalikan stres. Selain itu, Markus juga memberikan saran untuk merawat ketiak.
Rambut ketiak berlebih misalnya, bisa 'menjebak' minyak dan mengandung bakteri lebih banyak di area permukaan. Mencukurnya dengan benar dan bersih bisa mengurangi aroma tak sedap.
" Bisa juga menggunakan yang mengandung antiperspiran untuk menyumbat kelenjar keringat baik apokrin atau ekrin, serta mencegah uap air mencapai kulit," kata Markus.
Laporan: Giovani Dio/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya