5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebagian besar pekerja kantoran memiliki kecenderungan yang sama, yaitu duduk di depan laptop selama berjam-jam. Hal ini tak bisa dihindari karena merupakan pekerjaan sehari-hari.
Belum lagi ketika pekerjaan sedang menumpuk. Berbagai hal pun dilakukan di meja kerja, termasuk sarapan hingga makan malam. Kondisi ini sebenarnya harus segera disiasati. Caranya dengan mencuri waktu dan cara agar tubuh tetap bergerak secara aktif.
“ Sekarang orang mau apa, tinggal tunjuk atau waktu makan siang tinggal panggil OB. Jadi terlalu banyak duduk dan itu tidak bagus untuk kesehatan," kata Andi Kurniawan, Spesialis Kedokteran Olahraga dalam acara Rexona Ajak Pria Indonesia Aktif Bergerak di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis 17 Oktober 2019.
Pengaruh buruk gaya hidup tidak aktif dan terlalu banyak duduk menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Bahkan sebuah jurnal yang terbit pada 2012, terungkap menyebutkan bahwa sitting is the new smoking.
" Merokok satu batang bisa menurunkan harapan hidup 11 menit. Sedangkan duduk 2 jam bisa menurunkan harapan hidup 22 menit,” ujar Andi.

Selain itu, duduk terlalu lama bisa menyebabkan otot paha belakang menjadi lebih kaku. “ Kalau otot kaku, kita akan sering backpain. Apalagi kalau di depan komputer, akan sering neckpain. Peredaran darah juga akan turun," ungkap Andi.
Untuk bisa tetap bergerak di sela-sela kesibukan, disarankan agar sering melakukan stretching dan berdiri setiap 2 jam sekali. Akan lebih baik lagi jika kamu meluangkan waktu untuk berolahraga sederhana seperti yoga menggunakan kursi, berjalan kaki atau naik turun tangga.
Dream - Berolahraga memang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh. Kamu boleh memilih jenis olahraga apapun sepanjang sanggup melakukannya. Namun ada satu pantangan yang harus diingat.
Frekuensi berolahraga tak boleh berlebihan. Meski kamu tengah bertekad menurunkan berat badan, rutinitas olahraga tetap harus dijaga.
Ingatkan, apapun yang berlebihan pasti tidak akan berhasil bagus. Apakah kamu akan berpikir bahwa berolahraga dua kali sehari bisa memberi manfaat lebih?
Dilansir dari Miss Kyra, berolahraga sebanyak dua kali sehari ternyata lebih banyak memberi dampak buruk. Saat kebanyakan orang merasa sulit untuk berolahraga bahkan sekali sehari, seseorang benar-benar harus sangat aktif dan bersemangat untuk pergi ke gym dua kali.

Berolahraga dua kali sehari umumnya diperuntukkan bagi atlet atau seseorang yang ingin mengikuti kompetisi tertentu. Tujuannya agar tubuh mereka lebih aman beraktivitas menggunakan bagian tubuh yang berbeda dalam satu hari.
Jika kamu bukan seorang profesional, langkah ini bukan hal terbaik untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diidamkan atau sekadar menyegarkan diri.

Agar tetap bugar dan sehat, ada baiknya meningkatkan aktivitas harianmu. Semakin banyak menggerakkan tubuh, semakin sedikit potensi tubuh untuk sakit.
Selain itu, masalah utama berolahraga terlalu banyak adalah risiko overtraining. Ini dapat mengganggu sistem neuromuskuler, meningkatkan kemungkinan cedera, mengganggu pola tidur dan menekan sistem kekebalan tubuh.

Berolahraga terlalu sering membuatmu kehilangan waktu untuk beristirahat dan dapat menyebabkan cedera. Melakukan latihan intensitas tinggi dua kali sehari bahkan dapat menyebabkan kelelahan adrenal, ketidakseimbangan hormon dan penurunan berat badan.

Jika benar-benar bersemangat berolahraga dua kali sehari, maka pilihlah olahraga berintensitas rendah. Jangan dilakukan setiap hari, jadikan hal ini sebagai rutinitas sehari-hari dapat membuatmu kelelahan beberapa minggu setelahnya.
Kalau kamu melakukan HIIT (High Intensity Interval Training) di pagi hari, maka lakukan yoga atau jogging di malam hari. Juga berikan waktu cukup bagi tubuh untuk beristirahat, kamu harus menjaga keseimbangan yang baik di antara sesi latihanmu.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?