Kasus Baru Covid-19 Bertambah 2.040, DKI Jakarta Tertinggi

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 31 Juli 2020 17:44
Kasus Baru Covid-19 Bertambah 2.040, DKI Jakarta Tertinggi
Setiap hari kasus baru Covid-19 terus bertambah.

Dream - Kasus covid-19 terus bertambah di Indonesia. Hari ini ada 2.040 orang yang positif corona. Peningkatan ini membuat total kasus Covid-19 menembus 108.376.

Jumlah 2.040 kasus baru ini merupakan hasil dari pemeriksaan terhadap 28.562 spesimen. Pemeriksaan spesimen menggunakan dua metode, real time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan tes cepat molekuler.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Jumat 30 Juli 2020, ribuan kasus baru ini tersebar di 26 provinsi.

Parahnya, DKI Jakarta kembali melaporkan kasus terbanyak yakni 430 kasus. Setelah DKI Jakarta diurutan selanjutnya kasus terbanyak di Jawa Timur dengan jumalah 317 kasus baru.

Selanjutnya, Jawa Tengah 235, Kalimantan Selatan 128, Sumatera Utara 104, Aceh 103 dan Sulawesi Utara 78. Kepulauan Riau 77, Sulawesi Selatan 76, Jawa Barat 71, DI Yogyakarta 64, Kalimantan Timur 49 dan Bali 47.

Berikutnya Nusa Tenggara Barat 43, Sumatera Barat 41, Papua 38, Banten 34, Sumatera Selatan 30, Kalimantan Tengah 28 dan Riau 19. Sulawesi Barat 7, Jambi 6, Kalimantan Barat 6, Bengkulu 3, Kalimantan Utara 3 dan Papua Barat 3.

Ilustrasi Corona© Ilustrasi Corona

Foto: Shutterstock

Sementara itu, ada 8 provinsi melaporkan tidak ada penambahan kasus baru. Yakni, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Lampung, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

Diketahui, sehari sebelumnya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 2.381 orang. Peningkatan membuat total kasus Covid-19 menembus 104.432.

1 dari 7 halaman

Update Corona 28 Juli: Kasus Positif Tembus 102.051

Dream - Data kasus Covid-19 di Indonesia belum juga menunjukkan tren menurun. Penambahan kasus terus terjadi di setiap harinya.

Data laman covid19.go.id per Selasa, 28 Juli 2020 pukul 12.00 WIB mencatat terjadi penambahan kasus baru sebanyak 1.748 pasien. Akumulasi pasien positif Covid-19 hingga saat ini telah mencapai 102.051.

Angka pasien sembuh bertambah jauh lebih banyak dibandingkan kass baru. Jumlah pasien sembuh dalam 24 jam terakhir meningkat sebanyak 2.366 orang sehingga totalnya menjadi 60.539 pasien.

Sedangkan angka kematian bertambah 63 kasus. Secara nasional, angka kematian akibat Covid-19 mejadi 4.901 orang.

Hingga saat ini, terdapat 46.648 kasus suspek Covid-19 yang saat ini menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan suspek yang dirawat ada 36.611 orang. Sebanyak 35,9 persen dari angka tersebut merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19.

2 dari 7 halaman

Update Corona 29 Juli: Kasus Baru Melonjak 2.381 Orang, 1.599 Pasien Sembuh

Dream - Data kasus positif baru Covid-19 mengalami lonjakan cukup tinggi. Angkanya telah melampaui 2.000.

Dalam data yang diakses laman covid19.go.id pada pukul 16.00 WIB, kasus baru melonjak sebanyak 2.381 dibandingkan data Selasa, 28 Juli 2020 sebanyak 1.748 kasus. Sehingga total kasus positif mencapai 104.432 orang.

Meski melonjak, data ini belum sebanyak penambahan kasus 9 Juli 2020. Pada tanggal tersebut, angka baru konfirmasi positif mencapai 2.657 kasus dan merupakan lonjakan tertinggi sejak Maret 2020.

Kurva Kasus Positif Covid-19© covid19

Kurva kasus konfirmasi positf Covid-19 di Indonesia (covid19.go.id)

Sedangkan jumlah pasien sembuh bertambah 1.599 orang. Angka tersebut menambah akumulasi pasien sembuh menjadi 62.138 orang.

Sementara pasien meninggal naik 74 orang. Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia menadi 4.975 orang.

Kemudian dalam 24 jam terakhir masih terdapai 37.319 pasien yang menjalani perawatan. Dari angka tersebut, 35,7 persen di antaranya sudah dinyatakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, masih ada 57.393 orang suspek. Mereka saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

 

 

3 dari 7 halaman

Kasus Covid-19 Tembus 100 Ribu, Jubir Satgas Sebut Indonesia Masih Kritis

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengingatkan Indonesia saat ini masih dalam fase kritis. Ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 yang telah melampaui angka 100 ribu.

" Kasus mencapai 100.303, hari ini adalah Indonesia mencapai angka yang secara psikologis cukup berarti yaitu 100 ribu dan ini mengingatkan semua pihak, Indonesia masih dalam kondisi kritis," ujar Wiku, dikutip dari Liputan6.com.

Wiku mengatakan Indonesia saat ini berada di urutan 142 dari 215 negara dengan kasus Covid-19 terbanyak. Di Asia sendiri, Indonesia berada di urutan 28 dari 49 negara.

" Kondisi ini tidak serta merta mengatakan Indonesia aman, tapi masih dalam krisis dan kita tidak boleh lengah dalam menghadapi kondisi Covid-19," kata Wiku.

Mengingat data kasus positif Covid-19 terus meninggi, Wiku mengingatkan kembali masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan menghindari kerumunan. Jika masyarakat patuh, maka penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

" Indonesia masih krisis terhadap Covid-19, kita perlu waspada, saling mengingatkan agar semua menerapkan protokol kesehatan, agar kasus tadi bisa ditekan dan proses kesembuhan bisa ditingkatkan, kondisi lebih baik dan bisa jalankan kegiatan sosial ekonomi," kata dia.

4 dari 7 halaman

Data Covid-19 pada laman covid19.go.id per Senin, 27 Juli 2020 pukul 12.00 WIB menunjukkan angka kasus positif akumulatif mencapai 100.303 kasus. Dalam 24 jam, kasus positif bertambah 1.525 orang.

Kasus sembuh akumulatif sebanyak 58.173 orang. Terdapat kenaikan pasien sembuh sebanyak 1.518 kasus.

Sedangkan angka kematian total sebanyak 4.781 atau 4,8 persen. Jumlah pasien yang meninggal dalam sehari kemarin sebanyak 52 orang.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

5 dari 7 halaman

Akurasi 92%, Negara Ini Pakai Anjing Pelacak Deteksi Pasien Corona

Dream - Tak hanya sekadar menemani, keberadaan anjing juga sering digunakan sebagai penjaga keamanan maupun berburu. Salah satunya oleh anggota kepolisian.

Di kepolisian, anjing dilatih dan ditempatkan dalam kesatuan khusus untuk membantu dalam melakukan tugas yang tak bisa dilakukan manusia.

Berbagai kasus kejahatan bisa dituntaskan berkat bantuan anjing. Misalnya melacak tersangka atau orang hilang dan mendeteksi bahan peledak atau narkoba.

Namun di tengah meningkatnya kasus penularan Covid-19, kepolisian Lebanon melatih anjing pelacak untuk mendeteksi bau virus corona dalam keringat manusi

6 dari 7 halaman

Akurasi Pendeteksiannya 92 Persen

Lebanon mengikuti langkah sejumlah negara yang memanfaatkan ketajaman daya penciuman anjing yang tajam untuk mengendus virus corona penyebab Covd-19.

Sebelumnya, beberapa negara seperti Jerman, Finlandia, Chili, dan Uni Emirat Arab menggunakan anjing untuk mendeteksi virus corona.

Dalam sebuah studi oleh UEA telah menunjukkan tingkat akurasi daya cium anjing terhadap virus corona telah mencapai 92 persen.

Anjing-anjing di Lebanon dilatih di barak Pasukan Keamanan Internal di kota Aramoun di selatan Beirut, para pejabat mengumumkan pada Rabu pekan lalu.

7 dari 7 halaman

Kenal Virus Corona dari Keringat Manusia

 

Sedangkan menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, program pelatihan anjing untuk mendeteksi virus corona itu 'sangat mendesak untuk dilakukan'.

Penggunaan anjing untuk mendeteksi virus corona di keringat manusia ini merupakan hasil studi ahli bedah Lebanon, Riad Sarkis.

Sebelumnya, Sarkis bekerja sama dengan tim Prancis yang dipimpin oleh Profesor Dominique Grandjean dari National Veterinary School Alfort di Prancis. Pengujian dilakukan di kedua negara.

Pengujian melibatkan delapan anjing - yang awalnya dilatih sebagai pendeteksi bahan peledak dan kanker usus. Mereka telah dilatih untuk mengenali bau sampel keringat dari orang-orang yang telah dites positif Covid-19.

Grandjean mencatat bahwa dua anjing yang dilatih khusus akan memiliki kemampuan untuk mengendus sekitar 4.000 orang per hari.

" Melalui eksperimen ini, kami akan menyediakan teknologi tambahan untuk melindungi masyarakat kami dari setiap kedatangan, pengunjung, atau penduduk yang mungkin terinfeksi virus corona," kata Hassan.

Para peneliti menjalankan 232 percobaan menggunakan 33 sampel positif di Prancis dan 136 percobaan menggunakan 68 sampel positif di Lebanon.

Hasilnya, empat anjing memiliki tingkat keberhasilan 100 persen dalam mengidentifikasi sampel positif. Sementara yang lainnya antara 83 dan 94 persen.

" Di banyak negara, tes diagnostik masih dianggap kurang efektif dalam menemukan orang yang terinfeksi virus corona. Jadi, kami mengeksplorasi kemungkinan memperkenalkan deteksi olfaktif anjing sebagai 'alat' yang cepat, andal, dan murah," tulis para peneliti.

Sumber: Al Arabiya English

 

 

Beri Komentar