Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Membaca Al Fatihah merupakan rukun sholat.
Dream - Sudah menjadi kelaziman membaca Alquran ketika sholat. Surat yang kerap dibaca adalah Al Fatihah dan surat-surat lain, termasuk surat pendek.
Ketentuan ini berlaku untuk semua sholat, baik wajib maupun sunah. Juga untuk sholat berjemaah.
Setiap kali selesai melafalkan Al Fatihah, imam akan membaca surat lain. Dalam keadaan seperti ini, apa yang dibaca makmum?
Dikutip dari NU Online, terdapat sebuah hadis riwayat yang menjelaskan hal ini. Hadis tersebut diriwayatkan Imam An Nasa'i.
"Dari Imran bin Hushoin, bahwa Rasulullah SAW melakukan sholat Zuhur, atau Ashar, kemudian seorang laki-laki di belakang Rasul membaca sesuatu. Ketika sudah selesai sholat, Rasul bertanya, 'Siapa di antara kalian yang tadi membaca Sabbihisma rabbikal a'la?' Kemudian seorang laki-laki menjawab, 'Saya wahai Rasul, saya hanya ingin melakukan kebaikan.' Rasul pun kemudian berkata, 'Aku telah mengetahui bahwa sebagian dari kalian menyelisihi bacaanku'."
Dalam riwayat lain dari An Nasa'i terdapat penjelasan sebagai berikut.
"Dari Ubadah bin As Shamit berkata bahwa Rasulullah pernah sholat yang bacaannya dibaca dengan keras. Kemudian Rasul bersabda, 'Janganlah kalian membaca bacaan ketika aku sedang membaca bacaan dengan keras, kecuali Surat Al Fatihah',"
Dua hadis ini menjelaskan makmum tidak perlu membaca surat ketika imam membaca surat-surat pendek. Tetapi, makmum cukup membaca Surat Al Fatihah karena termasuk rukun sholat.