Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Orang tua adalah sosok yang selalu ada di samping buah hatinya. Setiap kata-kata orang tua akan selalu diingat dan ditiru anak-anak. Untuk itu orang tua harus membimbing anak-anak untuk fokus pada jalan positif dan membuat mereka nyaman dalam hidupnya.
Dalam beberapa kasus orang tua justru melakukan hal-hal yang membuat anak merasa salah dengan segala tindakannya. Padahal orang tua harus memberikan dorongan dan semangat melalui kata-kata yang lembut dan menyenangkan.
Seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu, 2 Oktober 2015, mengatakan anak bodoh atau menyebut mereka pemimpi, misalnya, akan membuat mereka merasa 'bersalah' dalam segala hal. Mereka akan merasa ditolak dan dikelilingi oleh dinding-dinding yang dibuat oleh orang tuanya sendiri.
Sebagian besar orang tua, dengan semua niat baik, berusaha untuk menunjukkan kelemahan anak-anaknya agar mereka bisa menyadari kesalahan. Tetapi orang tua harus ingat bahwa kata-kata bisa mengubah kehidupan anak-anaknya.
Orang tua mungkin bertanggung jawab atas banyak hal negatif yang diderita anaknya. Jadi jika seorang anak tidak bisa mengelola waktu dengan baik dan sering terlambat ke sekolah, ajak mereka duduk bersama dan diskusikan cara untuk mengatasinya.
Menjadi orang tua adalah peran yang penuh tanggung jawab. Tidak ada sekolah dan perguruan tinggi yang memberikan pelajaran tentang menjadi orang tua.
Kendati demikian, orang tua harus selalu ingat bahwa mereka juga pernah menjadi anak. Mereka bisa mengambil pelajaran positif dari masa-masa tersebut untuk dijadikan referensi dalam mendidik anak-anaknya.
Orang tua juga bisa meminta bantuan orang lain, misal teman atau seorang profesional. Lebih baik mendapat bantuan di awal daripada terlambat memperbaiki kesalahan yang mungkin tidak bisa diperbaiki.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya