Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Terapi Okupasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Terapi okupasi adalah jenis terapi yang secara khusus digunakan untuk membantu orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Terapi ini bisa jadi salah satu langkah pengobatan.
Pasien akan dilatih sehingga dapat menjadi lebih mandiri. Terapi ini digunakan sebagai bagian dari program pengobatan untuk orang-orang yang mengidap suatu penyakit dan berdampak pada penurunan fungsi tubuh.
Seperti terkena strok, serangan jantung, cedera otak, atau amputasi. Bisa juga diberikan terapi pada mereka yang mengalami radang sendi, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
" Tujuan utama terapi okupasi untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pasien,” ujar dr. Hennesy Kurniawan, MKK, General Physician, di acara Peresmian Klinik Occupational Health Service Centre (Pusat Pelayanan Kesehatan Kerja), YPK Mandiri di Jakarta Selatan, Kamis 5 September 2019.
Untuk jenis terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Seperti usia, pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, dan kebutuhannya.Sebuah klinik terapi okupasi baru saja dibuka, yaitu Klinik Occupational Health Service Centre (Pusat Pelayanan Kesehatan Kerja) dari YPK Mandiri.
Pelayanan okupasi di klinik ini meliputi tindakan konsultasi, edukasi, asesment, diagnosis, perencanaan, intervensi, evaluasi dan re-evaluasi. Terletak di Gedung Menara Mandiri, Klinik YPK Mandiri buka dari hari Senin sampai Jumat, pukul 08.00-17.00 WIB.
Laporan: Alfi Salima Puteri
Dream - Setiap orang tentu memiliki pengalaman buruk di dalam hidupnya. Beberapa diantaranya bersifat traumatis hingga sulit dilupakan. Hal ini dapat memicu gangguan psikologis.

Salah satu cara untuk menghilangkan efek traumatis adalah dengan hipnoterapi. Pasien hipnoterapi nantinya akan lebih terbuka terhadap sugesti dan mudah dinetralkan dari trauma di masa lalu.
" Kalau sifatnya trauma memang harus hipnoterapi agar dia berdamai dengan masa lalunya. Tiap orang punya inner child yang menjadi pembentuk kita sekarang ini, dan kita harus bisa berdamai degannya," kata pakar hipnoterapi, Floranita Kustendro di Jakarta.
Tak perlu takut, hipnoterapi dapat dilakukan tanpa menggunakan obat-obatan. Namun perlu diingat bahwa keberhasilan hipnoterapi sangat ditentukan oleh kerja sama antara pasien dan terapisnya.
" Kita tidak bisa membantu orang yang merasa tak punya masalah. Sistemnya self-healing, pasien harus merasa dulu. Rasa sedih, takut, tidak percaya diri, kecemasan, perasaan itu sebenarnya muncul, tapi seberapa berani kita mengakui itu," ungkap Flora.
Hipnoterapi diawali dengan sesi konseling yang diisi dengan sesi obrolan antara pasien dan terapis. Dengan mengutarakan perasaan yang dialami, terapis akan mulai mencari akar masalah.

Teknik ini juga dapat didukung dengan berbagai aktivitas relaksasi seperti yoga dan meditasi. Apabila gangguan psikologis sudah berada di tahap akut, pasien akan dirujuk ke pakar berikutnya.
" Terapis tidak berhak memberi obat. Kalau sudah sampai tahap sakit jiwa, harus dirujuk ke psikiater," pesan Flora.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya