Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pelupa, pikun dan demensia identik dengan penuaan. Lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini. Jumlah tak berhenti di situ tapi makin bertambah.
Tidak seorang pun ingin memori mereka memburuk. Untuk menjaga otak dalam kondisi baik hingga masa tua, ada kebiasaan yang bisa kamu lakukan.
Tiga langkah ini bisa membantu meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi risiko terkena demensia serta penyakit otak lainnya.
1. Tetap aktif secara fisik
Riset membuktikan bahwa olahraga tidak hanya baik untuk tubuh namun juga baik untuk otak. Walaupun hanya rutin berjalan kaki selama 20 menit. Olahraga Latihan membuat otak lebih sehat karena dapat meningkatkan neuron baru dan koneksi sinaptik di otak, terutama di hippocampus. Hippocampus merupakan bagian penting karena itu adalah area pusat otak untuk belajar dan mengingat.
Mark Albers, asisten profesor neurologi di MassGeneral Institute for Neurodegenerative Disease, merekomendasikan untuk mengganti treadmill dengan berjalan kaki di luar.
" Di samping latihan aerobik, berlari, berjalan dan berenang, Anda harus memasukkan latihan kekuatan ke dalam rutinitas Anda juga" ujar Ronald Petersen, seorang dokter dan direktur Pusat Penelitian Penyakit Alzheimer Mayo Clinic, dikutip dari Huffingtonpost.
Setiap manusia pasti tidak ingin melupakan memorinya selama hidup. Cara paling tepat untuk menjaga memori adalah dengan memelihara hubungan sosial dan terlibat dalam kegiatan intelektual.

Misalnya ikut klub buku, masuk komunitas yang terkait dengan hobi. Rutin membaca dan berinteraksi dengan kerabat juga penting dilakukan.
" Saya menasihati pasien saya untuk terlibat dalam kegiatan yang melibatkan emosi. Seperti mencoba menanam tanaman baru satu atau dua tanaman setiap tahun," ujar Albers.
Penelitian menunjukkan bahwa makan makanan sehat, baik untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk otak. Konsumsi makanan seperti ikan, buah, sayuran segar, biji-bijian, minyak zaitun, kacang-kacangan dan jenis lemak sehat lainnya, serta mengurangi daging dan produk susu.

" Cara makan ini berkorelasi dengan memori dan hasil kognitif yang lebih baik dari waktu ke waktu" kata Albers.
Laporan Mega Rasmiyati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun