Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (redstonedental.com)
Dream - Terganggu akibat rasa tidak nyaman yang muncul saat mengkonsumsi makanan atau minuman panas dan dingin mungkin pernah Anda rasakan. Menghadapi keluhan ini tidak sedikit yang acuh dengan rasa ngilu tersebut.
Adisti Nirmala, Marketing Manager GSK Oral Healthcare menyebut karakter sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai orang yang senang mencoba beragam makanan dan minuman. Ditambah dengan karakter lain, yakni senang bersosialisasi atau berkumpul termasuk dalam bentuk acara makan bersama.
Berdasarkan studi yang dilakukan IPSOS pada Desember 2013, diketahui gangguan gigi sensitif di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai 43 persen dengan rentang usia 25-60 tahun di tiga kota besar.
" Dengan kata lain satu dari dua orang Indonesia sebenarnya masih belum bisa menikmati keseharian yang berkualitas karena rasa ngilu akibat gigi sensitif. Sayangnya banyak yang menganggap sepele masalah gigi sensitif," kata Adisti di acara talkshow 'Kumpul Seru Enjoy Tanpa Ngilu' di Jakarta, Kamis 11 September 2014.
Untuk itu Adisti mengatakan perlu upaya edukasi mengenai masalah gigi sensitif ke masyarakat luas. Meski bukan tergolong sebagai sebuah penyakit, namun permasalahan serius ini dapat dicegah oleh semua orang.
Mengenai siapa saja yang berpotensi mengalami gigi sensitif, Jehezkiel Martua selaku GlaxoSmithKline Oral Health Care Expert Marketing menyebut semua orang dapat berpotensi mengalami gigi sensitif.
" Meski semua beresiko besar tetapi orang yang berusia 20-40 tahun menghadapi resiko lebih besar karena di usia produktif banyak interaksi yang melibatkan orang lebih banyak," ucap pria yang akrab disapa Ekie.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya