Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tes PCR Masih Bisa Mendeteksi Keberadan Varian Baru COVID-19.
Dream – Varian baru hasil mutasi virus corona, B-117, yang ditemukan di Inggris sudah menyebar ke negara lain. Sejak ditemukan pada 13 Desember lalu, sudah ada 1.108 kasus infeksi Covid-19 varian baru tersebut.
“ Apakah sudah ada di luar Inggris? Sudah,” kata Zubairi dalam dialog virtual “ Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing” melalui akun YouTube BNPB, Selasa 29 Desember 2020.
Masalah virus COVID-19 belum juga usai. Namun, virus itu telah bermutasi sebagai B-117 dan telah ditemukan di Inggris.
Kasus infeksi virus corona varian baru itu sudah ditemukan di sejumlah negara, antara lain Belanda, Italia, Denmark, Australia, dan Singapura. Meskipun telah bermutasi, kata Zubairi, keberadaan varian baru itu masih bisa dideteksi oleh tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
“ Tes ini bisa mendeteksi bagian dari virus,” kata dia.
Zubairi mengibaratkan virus sebagai orang, yaitu kepala, baju, dan kaki. Virus yang bermutasi ini ibarat berganti baju,
“ Tapi, masih kedeteksi kepala dan kaki. PCR masih bisa mendeteksi varian baru. Jadi, jangan khawatir,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – Varian anyar Covid-19, B-117, yang ditemukan di Inggris membuat dunia semakin khawatir. Maklum, hasil mutasi virus corona itu disebut-sebut 71 persen lebih menular.
“ Para ahli amat sangat yakin varian baru mudah menular, tapi tidak lebih mematikan,” kata Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban, dalam dialog virtual “ Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing” melalui akun YouTube BNPB.
Mutasi itu memunculkan pertanyaan tentang efektifitas vaksin Covid-19 yang kini tengah dikembangkan, bahkan sudah disuntukkan di sejumlah negara. Menurut Zubairi, vaksin yang telah dikembangkan diyakini tetap efektif untuk mengatasi varian B-117.
![]()
“ Hampir pasti tetap efektif. Ini belum 100 persen yakin. Harus dibuktikan dengan penelitian yang mengikutsertakan pasien dengan varian (Covid-19) baru,” kata dia.
Zubairi optimistis vaksin Covid-19 bisa memberikan kekebalan tubuh. “ Para ahli optimistis bakal punya kekebalan tubuh di banyak tempat (berkat vaksin). Kalau ada virus varian baru, maka yang gagal hanya satu tempat dan kekebalan yang lain akan jalan,” kata Zubairi.
Virus corona, tambah Zubairi, memang telah bermutasi. Namun, keberadaannya masih bisa dideteksi oleh tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
“ Tes ini bisa mendeteksi bagian dari virus,” kata dia.
Zubairi mengibaratkan virus sebagai orang, yaitu kepala, baju, dan kaki. Virus yang bermutasi ini ibarat berganti baju,
“ Tapi, masih kedeteksi kepala dan kaki. PCR masih bisa mendeteksi varian baru. Jadi, jangan khawatir,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Pemerintah memutuskan menutup jalur perjalanan dari dan keluar ke Inggris. Warga Inggris untuk sementara dilarang masuk ke Indonesia.
Keputusan ini diambil menyusul munculnya strain atau varian baru virus SARS-CoV-2 yang memicu penyakit Covid-19. Keputusan ini dituangkan dalam addendum Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.
" Bahwa telah ditemukan SARS-CoV-2 varian baru di South Wales, Inggris yaitu SARS-CoV-2 VUI 202012/01, sehingga diperlukan ketentuan khusus tambahan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri untuk memproteksi Warga Negara Indonesia (WNI) dari imported case," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, melalui keterangan tertulis.
![]()
Warga negara Inggris, kata Wiku, untuk sementara tidak bisa masuk ke Indonesia. Baik melalui penerbangan langsung maupun transit di negara lain.
Sedangkan warga negara asing lain serta WNI dari wilayah Eropa dan Australia diharuskan menunjukkan hasil Rapid Test PCR negatif dari negara keberangkatan yang berkaku 2x24 jam sebelum keberangkatan. Aturan ini diberlakukan untuk warga asing maupun WNI yang akan masuk Indonesia baik secara langsung ataupun transit terlebih dulu.
Selain itu, mereka wajib melampirkan e-HAC Internasional Indonesia ketika pemeriksaan kesehatan. Tiba di Indonesia, warga asing dan WNI dari Eropa dan Australia diharuskan melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR.
" Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat ketibaan menunjukkan hasil negatif maka WNI melakukan karantina selama 5 hari terhitung sejak tanggal kedatangan di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah dan WNA melakukan karantina mandiri di hotel yang telah ditentukan oleh pemerintah dengan biaya mandiri," kata Wiku.
Bagi kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dalam melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing selama 5 hari. Sedangkan bagi diplomat asing diminta isolasi mandiri selama 5 hari di tempat yang disediakan pemerintah.
" Setelah dilakukan karantina 5 hari terhitung sejak tanggal kedatangan bagi WNI dan WNA dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan hasil negatif maka bagi WNI dan WNA diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan," terang Wiku.
Ketentuan baru tersebut, kata Wiku, berlaku terhitung mulai 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Ketentuan dapat diubah mengikuti perkembangan situasi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya