Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Meski Jauh Lebih Menular, Varian Baru Covid-19 Masih Bisa Terdeteksi Tes PCR

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 29 Desember 2020 18:43
Meski Jauh Lebih Menular, Varian Baru Covid-19 Masih Bisa Terdeteksi Tes PCR
Varian itu diibaratkan virus COVID yang berganti baju.

Dream – Varian baru hasil mutasi virus corona, B-117, yang ditemukan di Inggris sudah menyebar ke negara lain. Sejak ditemukan pada 13 Desember lalu, sudah ada 1.108 kasus infeksi Covid-19 varian baru tersebut.

“ Apakah sudah ada di luar Inggris? Sudah,” kata Zubairi dalam dialog virtual “ Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing” melalui akun YouTube BNPB, Selasa 29 Desember 2020.

Masalah virus COVID-19 belum juga usai. Namun, virus itu telah bermutasi sebagai B-117 dan telah ditemukan di Inggris.

Kasus infeksi virus corona varian baru itu sudah ditemukan di sejumlah negara, antara lain Belanda, Italia, Denmark, Australia, dan Singapura. Meskipun telah bermutasi, kata Zubairi, keberadaan varian baru itu masih bisa dideteksi oleh tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

“ Tes ini bisa mendeteksi bagian dari virus,” kata dia.

Zubairi mengibaratkan virus sebagai orang, yaitu kepala, baju, dan kaki. Virus yang bermutasi ini ibarat berganti baju,

“ Tapi, masih kedeteksi kepala dan kaki. PCR masih bisa mendeteksi varian baru. Jadi, jangan khawatir,” kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Efektifkah Vaksin Atasi Virus Covid-19 Hasil Mutasi Baru?

Dream – Varian anyar Covid-19, B-117, yang ditemukan di Inggris membuat dunia semakin khawatir. Maklum, hasil mutasi virus corona itu disebut-sebut 71 persen lebih menular.

“ Para ahli amat sangat yakin varian baru mudah menular, tapi tidak lebih mematikan,” kata Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia, Zubairi Djoerban, dalam dialog virtual “ Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing” melalui akun YouTube BNPB.

Mutasi itu memunculkan pertanyaan tentang efektifitas vaksin Covid-19 yang kini tengah dikembangkan, bahkan sudah disuntukkan di sejumlah negara. Menurut Zubairi, vaksin yang telah dikembangkan diyakini tetap efektif untuk mengatasi varian B-117.

 

 

“ Hampir pasti tetap efektif. Ini belum 100 persen yakin. Harus dibuktikan dengan penelitian yang mengikutsertakan pasien dengan varian (Covid-19) baru,” kata dia.

Zubairi optimistis vaksin Covid-19 bisa memberikan kekebalan tubuh. “ Para ahli optimistis bakal punya kekebalan tubuh di banyak tempat (berkat vaksin). Kalau ada virus varian baru, maka yang gagal hanya satu tempat dan kekebalan yang lain akan jalan,” kata Zubairi.

2 dari 4 halaman

Bisa Dideteksi dengan PCR

Virus corona, tambah Zubairi, memang telah bermutasi. Namun, keberadaannya masih bisa dideteksi oleh tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

“ Tes ini bisa mendeteksi bagian dari virus,” kata dia.

Zubairi mengibaratkan virus sebagai orang, yaitu kepala, baju, dan kaki. Virus yang bermutasi ini ibarat berganti baju,

“ Tapi, masih kedeteksi kepala dan kaki. PCR masih bisa mendeteksi varian baru. Jadi, jangan khawatir,” kata dia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Muncul Varian Baru Virus Covid-19, Warga Inggris Dilarang Masuk ke Indonesia

Dream - Pemerintah memutuskan menutup jalur perjalanan dari dan keluar ke Inggris. Warga Inggris untuk sementara dilarang masuk ke Indonesia.

Keputusan ini diambil menyusul munculnya strain atau varian baru virus SARS-CoV-2 yang memicu penyakit Covid-19. Keputusan ini dituangkan dalam addendum Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

" Bahwa telah ditemukan SARS-CoV-2 varian baru di South Wales, Inggris yaitu SARS-CoV-2 VUI 202012/01, sehingga diperlukan ketentuan khusus tambahan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri untuk memproteksi Warga Negara Indonesia (WNI) dari imported case," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, melalui keterangan tertulis.

 

 

Warga negara Inggris, kata Wiku, untuk sementara tidak bisa masuk ke Indonesia. Baik melalui penerbangan langsung maupun transit di negara lain.

Sedangkan warga negara asing lain serta WNI dari wilayah Eropa dan Australia diharuskan menunjukkan hasil Rapid Test PCR negatif dari negara keberangkatan yang berkaku 2x24 jam sebelum keberangkatan. Aturan ini diberlakukan untuk warga asing maupun WNI yang akan masuk Indonesia baik secara langsung ataupun transit terlebih dulu.

 

4 dari 4 halaman

Prosedur wajib

Selain itu, mereka wajib melampirkan e-HAC Internasional Indonesia ketika pemeriksaan kesehatan. Tiba di Indonesia, warga asing dan WNI dari Eropa dan Australia diharuskan melakukan pemeriksaan ulang RT-PCR.

" Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat ketibaan menunjukkan hasil negatif maka WNI melakukan karantina selama 5 hari terhitung sejak tanggal kedatangan di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah dan WNA melakukan karantina mandiri di hotel yang telah ditentukan oleh pemerintah dengan biaya mandiri," kata Wiku.

Bagi kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dalam melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing selama 5 hari. Sedangkan bagi diplomat asing diminta isolasi mandiri selama 5 hari di tempat yang disediakan pemerintah.

" Setelah dilakukan karantina 5 hari terhitung sejak tanggal kedatangan bagi WNI dan WNA dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR dan hasil negatif maka bagi WNI dan WNA diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan," terang Wiku.

Ketentuan baru tersebut, kata Wiku, berlaku terhitung mulai 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Ketentuan dapat diubah mengikuti perkembangan situasi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar