6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mengonsumsi Karbohidrat. (Source: Shutterstock)
Dream - Karbohidrat cenderung lebih mudah ditemukan pada makanan sehari-hari daripada jenis makronutrien lainnya. Kamu bisa menemukannya dengam mudah pada roti, sereal, nasi, kentang, pasta, biskuit dan sumber makanan pokok lainnya.
Padahal, kamu masih harus memenuhi makro dan mikronutrien lain dalam sehari. Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat bisa berdampak buruk bagi metabolisme serta berat badanmu.
Apalagi, jika jenis karbohidrat yang dikonsumsi kurang sehat dan sulit dicerna. Akhirnya, kadar gula pun meningkat, kulit bermasalah, berat badan naik dan sebagainya.
Jika ingin memenuhi kebutuhan karbohidrat dengan cara lebih sehat, konsumsilah dalam jumlah wajar dan pilih jenis karbohidrat kompleks seperti quinoa, oats atau nasi merah.
Dilansir dari Eat This, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat bisa menyebabkan perut kembung dan badan terasa lebih berat. Jadi ketika mengalaminya, berarti kamu sudah mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak.
Kedua kondisi tersebut disebabkan oleh banyaknya air yang terikat dalam tubuh. Tingginya kandungan gula dan garam pada makanan juga menyebabkan hal yang sama.
Jika dilakukan terus menerus dan dibiarkan, kamu bisa mengalami kenaikan berat badan serta meningkatnya jumlah lemak tubuh.
Selain kelebihan karbohidrat, perut kembung juga bisa dialami ketika terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam.
Untuk mengetahui penyebab perut kembung yang dialami, konsumsilah karbohidrat dalam porsi kecil. Jika rasa kembungnya mereda, itu artinya kamu terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.
Meskipun terdengar berbahaya bagi kesehatan dan berat badan, kamu tetap harus mengonsumsi karbohidrat setiap hari.
Konsumsilah karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, buah beri dan makanan yang terbuat dari gandum. Kamu akan merasa kenyang lebih lama dan perut pun tidak kembung.
Lengkapi nutrisi dengan menambahkan alpukat, telur, minyak zaitun dan lain-lain. Kamu bisa mengukur jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dengan menggunakan aplikasi pengukur kalori.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
