5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Sahabat Dream pernah mengalami hal-hal seperti 'ketindihan' atau rep-repan alias merasa roh keluar dari tubuh ketika tidur?
Beberapa orang percaya bahwa hal itu ada kaitannya dengan dunia mistis. Padahal kondisi tersebut bisa dijelaskan secara medis, lho! Lalu apakah kondisi ruh keluar dari tubuh merupakan proses kematian?
Kenali Astral Projection
Menurut penelitian yang dirilis International Journal of English Literature and Social Sciences (IJELS) tahun 2018, astral projection adalah fenomena ketika roh seseorang meninggalkan raganya untuk kemudian pergi ke dimensi yang tak terlihat.
Bukan sesuatu mistis, namun hal tersebut disebabkan proses komunikasi otak yang mengalami abnormalitas. Saat kita tidur, otak tidak sepenuhnya berhenti bekerja, dan saat otak mengalami kekeliruan dalam mengolah informasi, mimpi akan terasa nyata.
Apa yang menyebabkan adanya abnormalitas pada komunikasi di dalam otak tersebut?
Pada otak terdapat bagian yang bernama temporo-parietal junction (TPJ). TPJ berfungsi sebagai penghubung antara memori dan emosi yang tersimpan di dalam otak dengan informasi sensorik yang datang dari luar.
Ketika TPJ ini tidak bekerja sebagaimana mestinya, otak akan keliru dalam mengolah informasi yang diterima. Tidak heran, seseorang yang sejatinya sedang bermimpi merasa bahwa itu adalah sesuatu yang nyata.
1. Stres atau trauma
Stres dan trauma membuat seseorang merasakan kesedihan dan ketakutan. Perasaan tersebut kemudian terbawa sampai ke dalam mimpi dan seakan-akan terlihat nyata.
Walau begitu perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.
2. Gangguan medis
Gangguan medis seperti Migrain, Epilepsi, Serangan jantung, Depresi, Gangguan kecemasan dan Sindrom Guillain-Barre berpotensi menyebabkan seseorang menganggap dirinya sedang “ terpisah” dari raganya sendiri.
1. Astral projection spontan
Proyeksi astral spontan yang terjadi secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh kelelahan yang ekstrem hingga tidak memiliki tidur yang nyenyak.
Hal tersebut dapat memicu “ roh” keluar dari tubuh, terutama di waktu-waktu menjelang bangun tidur.
2. Astral projection non spontan
Astral projection nonspontan dialami bukan karena ketidaksengajaan, namun dipengaruhi beberapa hal seperti:
- Konsumsi obat-obatan yang menyebabkan halusinasi seperti DMT, LSD, MDA, dan ketamine.
- Hilangnya gravitasi yang mungkin saja dialami astronot atau pilot, sehingga saat gravitasi menurun, darah dapat mengalir dengan cepat hingga meninggalkan beberapa bagian otak. Hal tersebut dapat memicu hilangnya kesadaran dan mengalami astral projection.
- Gangguan sensorik seperti terpapar suara yang amat bising bisa membuat hilangnya kesadaran sehingga kemungkinan mengalami proyeksi astral.
Ketika mengalami fenomena tersebut yang harus dilakukan adalah berusaha kembali ke dalam tubuh kita yaitu dengan cara berusaha untuk sadar atau bangun agar ruh kita dapat kembali pada tubuh.
Yang terpenting untuk menghindari kelelahan berlebihan atau bisa konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut terlebih disebabkan gangguan medis.
(Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Sehatq)
Dream - Saat bangun pagi, mungkin kamu pernah melihat wajahmu bengkak dan kemerahan. Hal ini sangat wajar dialami dan bukan pertanda buruk.
Kecuali, kamu harus memulai hari dengan kondisi wajah seperti itu. Namun, kondisi ini bisa dihindari dengan mengubah rutinitasmu.
Jika ingin bangun dengan wajah segar, berikut adalah caranya:
1. Minum Lebih Banyak Air
Retensi air merupakan sebab utama dari bengkaknya wajahmu. Oleh karena itu, kamu perlu minum lebih banyak air untuk mengeluarkannya dari tubuh. Ironisnya, dehidrasi juga menyebabkan pembengkakan. Minum lebih banyak air akan membuatmu terbebas dari dehidrasi.
2. Hindari Alkohol
Wajah bengkak sangat identik dengan kondisi tubuh setelah mengonsumsi alkohol. Jadi, hindari konsumsi alkohol yang menyebabkan dehidrasi, kemerahan dan membuat wajah bengkak.

Jika kamu suka bersantai di tempat tidur dengan semangkuk popcorn dan keripik, mungkin kebiasaan tersebut harus dikurangi.
Garam menarik lebih banyak cairan dan membuat wajah tampak kembung. Jika harus makan di malam hari, pilih camilan yang rendah sodium.
4. Tidur dengan Bantal

© © MEN
Menjaga kepala terangkat dengan satu atau dua bantal meningkatkan sirkulasi limfatik dan darah untuk mengurangi bengkak di sekitar mata. Jadi, gunakan bantal kepala agar kamu bisa tampil sempurna di pagi hari.
(ism, Sumber: Misskyra.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?