Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Berlari. (Source: Shutterstock)
Dream - Berlari merupakan jenis olahraga paling sederhana dan mudah dilakukan secara rutin. Selain membuat tubuh lebih sehat, berlari juga dapat meningkatkan suasana hati dan membantu penurunan berat badan.
Kelebihan dari olahraga murah meriah ini membuat banyak orang yang melakukannya sehingga muncul tren marathon. Gaungnya semakin besar selama pandemi Covid-19 saat semua orang berusaha menjaga daya tahan tubuh.
Dilansir dari Times of India, Nivedita Samanta, ketua Adidas Running Community menyatakan bahwa sangat penting untuk mulai berlari tanpa memerhatikan durasi atau angka.
Ia juga menyarankan untuk mengkombinasikan berlari dengan berjalan jika ingin menjadikan lari sebagai kebiasaan baru.

Setelahnya, kamu bisa membiasakan melakukan pemanasan dan pendinginan saat ingin berlari. Kamu bisa melakukannya selama 7-10 menit.
Melakukan yoga seperti downward dog, upward dog serta frpward stretch juga bisa menjadi pilihan untuk pemanasan atau pendinginan.
Berlarilah 30 menit 2-3 kali seminggu dan lakukan jogging di antaranya. Kamu juga perlu mengistirahatkan tubuh di minggu ketiga secara rutin agar otot tetap sehat dan tidak terlalu lelah.
Jangan memulai berlari dengan cara yang terlalu teknis. Setiap orang berlari dengan cara yang berbeda. Sehingga, kamu bisa memulainya kapanpun dan dengan cara apapun.

Persiapkan tubuh dengan melakukan beberapa gerakan olahraga, seperti squat, lunges, plank dan push up untuk melatih tendon, ligamen serta otot.
Biasakan juga berlari di luar rumah agar terkena paparan sinar matahari pagi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Sehingga, daya tahan tubuh pun lebih kuat.
Jangan lupa untuk selalu menggunakan peralatan olahraga yang tepat agar lebih nyaman. Gunakan sepatu lari, sport bra, hijab, celana, baju maupun jaket yang ringan serta mampu menyerap keringat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya