Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masalah Tidur
Dream - Sebagian besar orang menganggap masalah tidur adalah keluhan ringan. Padahal, efeknya sangat buruk. Bukan hanya pada fisik, psikologis seseorang yang kurang tidur juga bisa terganggu.
Mereka yang hanya tidur 2 hingga 4 jam setiap malam, bakal merasakan kelelahan luar biasa. Tubuh terasa pegal keesokan harinya, sakit bahu, lelah luar biasa dan emosinya jadi lebih sensitif.
Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang, sederet masalah kesehatan akan bermunculan.
" Gangguan tidur terjadi ketika seseorang memiliki masalah dalam kualitas tidur, waktu dan durasi dan hal ini terjadi setiap hari," kata Chris Brantner, seorang dokter ahli masalah tidur dikutip dari Bustle.
Gejala seseorang yang mengalami masalah tidur biasanya terjadi ketika seseorang mulai sering melawan rasa kantuk. Mereka yang ingin terus terjaga akan langsung menyeduh kopi dan melakukan banyak hal untuk menghilangkan kantuk.
Alhasil, mereka menjadi kesulitan tidur saat tengah malam. Mata serasa susah terpenjam karena rasa kantuk sudah hilang.
" Dalam kondisi tersebut segala macam hal menjadi dipikirkan, mulai memegang ponsel dan mencari aktivitas agar bisa terlelap dan tak berhasil," ungkap Brantner.
Tubuh sudah lelah tapi kantuk tak juga muncul, otak semacam 'tak rela' untuk beristirahat dan baru kemudian tertidur di pagi buta. Jika tertidur pulas, lalu tengah malam atau pagi buta tiba-tiba terbangun.

" Mata sangat terbuka seakan tubuh sangat segar dan siap beraktivitas padahal hari masih gelap," kata Brantner.
Tidur seakan tak pernah sepanjang malam dan maksimal hanya 3 atau 4 jam dan ini terjadi setiap hari.
Dalam kondisi tersebut tentu saja emosi menjadi tidak stabil, pikiran pun jadi tidak fokus. Pertanda lainnya, kamu selalu menggerakan atau menggoyangkan kaki atau disebut restless legs syndrome di mana pun.
" Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami masalah tidur, tepatnya pada dokter khusus gangguan tidur, jika dibiarkan bisa memicu masalah kardiovaskular dan psikologis," pesan Brantner.(Sah/Sumber: bustle.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya