5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berat badan selalu jadi patokan kita untuk mengetahui apakah bobot tubuh berlebih atau tidak. Untuk lebih detailnya, biasanya dilakukan perhitungan Indeks Massa Tubuh (body mass index/ BMI), yaitu membandingkannya dengan tinggi.
Tahukah Sahabat Dream ada cara lain untuk mengukur berat badan berlebih atau tidak? Hanya perlu waktu dua menit untuk melakukan tes ini, yakni dengan menggunakan tali.
Cara tersebut berdasarkan rekomendasi ahli kesehatan untuk melihat apakah tubuh memiliki banyak lemak. Tes tali ini merupakan rekomendasi dari Dr Michael Mosley. Seperti apa caranya?
Menurut situs NHS, selama ini BMI tidak dapat memperhitungkan massa otot atau berat tulang. Alhasil, kalkulator bisa saja keliru mendiagnosis seseorang mengalami obesitas.
" BMI dapat memberi tahu jika terlalu berat, tetapi tidak dapat memastikan apakah memiliki terlalu banyak lemak," tulis Molsey seperti dikutip Dailystar.
Mosley menjelaskan cara melakukan tes tali dengan melilitkannya di pinggang bisa mengetahui jika kamu kelebihan berat badan atau tidak. Sebelum tali dililit ke tubuh, ukur tinggi badan dengan seutas tali.
Setelah itu potong tali setinggi tubuh. Selanjutnya lipat tali menjadi dua, baru setelah itu dililitkan di perut sejajar bagian pusar. Apabila untaian tali tidak bertemu di tengah, bisa menandakan kamu perlu mengurangi beberapa kilogram.
" Idealnya pinggang harus kurang dari setengah tinggi badan," kata Mosley.
Laporan: Melly Febrida/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?