Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Source: Shutterstock.com
Dream - Alpukat merupakan buah yang memiliki banyak manfaat. Kamu bisa mengonsumsinya dalam bentuk buah utuh, jus, bahkan digunakan sebagai masker alami.
Lemak baik bukanlah satu-satunya kandungan yang membuat alpukat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kamu juga bisa mendapatkan vitamin K dan B, asam folat serta potasium dalam alpukat.
Tapi, konsumsi alpukat dapat menjaga kesehatan tubuh hanya jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Alpukat tetap dapat berdampak buruk jika dikonsumsi berlebihan. Dilansir Eat This, berikut dampak buruk konsumsi alpukat bagi tubuh.

Semua jenis makanan akan menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Termasuk makanan sehat seperti alpukat.
Jika dikonsumsi melebihi jumlah kalori yang seharusnya dikonsumsi per hari, lemak tubuh akan bertambah dan menyebabkan kenaikan berat badan. Apalagi, jika kurang aktif.
Kurang gizi
Mengonsumsi alpukat dalam jumlah banyak akan membuatmu lebih kenyang. Sehingga, keinginan untuk mengonsumsi makanan bergizi lainnya juga berkurang.
Jika dilakukan secara rutin, kamu bisa kekurangan gizi. Konsumsilah makanan dan minuman sehat yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Serat sangat penting untuk dikonsumsi setiap hari. Namun terlalu banyak mengonsumsi makanan berserat seperti alpukat bisa menyebabkan perut kembung, sakit perut serta konstipasi.
Peradangan
Alpukat masih mengandung sekitar 3.2 gram atau 15 persen lemak jenuh. Sehingga, terlalu banyak mengonsumsi alpukat bisa menyebabkan diabetes tipe 2, penyakit jantung serta meningkatnya kadar kolesterol.
Lemak jenuh terbukti bisa meningkatkan peradangan pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung. Sehingga, kamu harus membatasi konsumsi alpukat.
Konsumsilah maksimal 2 alpukat per hari agar tetap sehat dan pola makanmu seimbang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang