Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Pixabay)
Dream - Banyak cara mengungkapkan rasa sayang pada pasangan. Salah satu yang kerap dilakukan adalah berciuman. Cara bermesraan ini memang bisa membuat pasangan semakin dekat, tetapi hati-hati saat melakukannya.
Aktivitas pasangan halal ini ternyata bisa menularkan penyakit.
Dikutip dari Webmd, Mononukleosis atau " kissing disease" adalah sebuah penyakit menular yang bisa ditularkan karena ciuman.
Tidak hanya ciuman, kamu juga bisa terkena mono karena saling berbagi minuman atau peralatan lainnya. Umumnya, seseorang yang terkena penyakit ini tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Meski pada beberapa kasus Mono bisa menyebabkan komplikasi. Hal ini biasanya mengharuskan penderitanya untuk tidak beraktivitas dalam beberapa minggu.

Umumnya, penyakit mono disebabkan virus Epstein-Barr (EBV) yang merupakan famili dari virus herpes. Walaupun begitu, virus ini mungkin saja ada dalam tubuh seseorang seumur hidupnya tanpa menyebabkan sakit.
Virus ini menyebar melalui cairan tubuh, umumnya melalui air liur. Inilah kenapa Anda bisa terkena penyakit itu saat berciuman.
Selain itu, Anda juga bisa terinfeksi dari peralatan makan yang digunakan bersama-sama dan juga batuk atau bersin. Darah dan air mani juga bisa menularkan EBV walau kemungkinannya kecil.

Beberapa gejalanya sendiri seperti demam, kelelahan, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, ataupun kehilangan nafsu makan dan nyeri otot. Semua itu bisa muncul sekitar 4 hingga 7 minggu.
Namun, dalam kondisi serius, mono bisa menyebabkan komplikasi. Salah satunya seperti pembesaran limpa. Kondisi tersebut mengharuskan Anda mendapat pertolongan medis dengan cepat.
Tidak ada vaksin untuk penyakit ini dan sulit untuk mendeteksi mono serta penyebarannya. Untuk meminimalisir terpapar penyakit ini sering-seringlah mencuci tangan, tidak berbagi peralatan makan dengan orang lain dan yang pasti berhati-hatilah saat berciuman.
Sumber: Giovani Dio Prasasti/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang