JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Payudara Bisa Lebih Sensitif Menjelang Menstruasi. (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi tubuh akan terasa kurang nyaman menjelang menstruasi. Sebagian wanita akan merasa nyeri atau kram perut, konstipasi dan masalah lainnya.
Namun, kondisi lain yang membuatmu kurang nyaman adalah nyeri pada payudara. Payudara bisa lebih sensitif menjelang menstruasi. Hal yang sama juga terjadi di awal kehamilan.
Meski begitu, tidak ada hubungannya antara payudara dan uterus.
Dilansir dari Cosmopolitan.com, Chief Medical Officer aplikasi kesehatan wanita 'Clue', Lynae Brayboy mengungkapkan bahwa nyeri pada payudara saat PMS berkaitan dengan kurangnya cairan.

Hormon progesteron menyebabkan otot di sekitar pembuluh darah menjadi lebih tenang. Hal ini menyebabkan cairan tidak dapat mengalir dengan baik dari jaringan payudara.
Progesteron merupakan hormon yang diproduksi dalam kadar yang tinggi beberapa hari menjelang menstruasi. Fungsi dari hormon progesteron adalah mengganggu kontraksi otot polos di rahim.
Sehingga, wanita tidak melahirkan secara prematur jika hamil. Namun, hormon progesteron juga berpengaruh pada tubuh secara keseluruhan.
Perut kembung juga disebabkan oleh perubahan hormon progesteron dan kadar estrogen. Sehingga, tubuh menahan air dan garam lebih banyak.
Ini artinya, sel tubuh akan membengkak akibat kandungan air dan menyebabkan perut kembung. Oleh karena itu, kondisi tubuh tersebut sangat wajar dialami.
(Sumber: Cosmopolitan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
