Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hujan turun terus-menerus, baik pagi, siang, maupun malam hari. Cuaca dingin seperti sekarang membuat kita ingin menikmati minuman dan makanan hangat agar tubuh lebih nyaman.
Sahabat Dream mengalaminya? Hati-hati bobot tumbuh bertambah signfikan. Susie Burrel, seorang ahli gizi, mengungkap, saat hujan kita cenderung menghabiskan swaktu di dalam ruangan, baik di dalam kantor maupun di rumah agar terhindar dari hujan.
" Semakin sering kita di dalam ruangan, semakin dekat pula dengan makanan. Akses terhadap makanan akan besar. Tak ayal, semakin banyak kita akan makan," kata Susie, seperti dikutip dari Liputan6.com.
Ini berarti pada saat hujan, setoples biskuit atau cokelat akan tampak sangat menarik. Menghabiskan hari-hari yang panjang di rumah pun cenderung membuat seseorang lebih banyak bolak-balik ke dapur untuk mengambil makanan.
Agar tetap sibuk dan jauh dari dapur (untuk mengambil makanan), beri diri batasan waktu makan. Saat akhir pekan dan malam hari yang hujan, kita cenderung untuk tetap beraktivitas di rumah, salah satunya nonton TV. Saat menghabiskan waktu menonton TV, kemungkinan besar kita akan banyak mengemil.
" Untuk menghindari mengemil lebih banyak, hindari membeli sekantong biskuit dan cokelat blok. Batasi membeli camilan manis atau membelinya di hari tertentu saja," saran Susie.
Laporan: Fitri Haryanti/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang