Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Wanita Yang Memiliki Bulu Lebat Disebut Hirsutisme. (Foto: Shutterstock)
Dream - Mungkin, kamu pernah mendengar klaim bahwa wanita yang berbulu lebat di beberapa area tubuh memiliki libido tinggi atau hiperseksual.
Kondisi wanita yang memiliki bulu lebat disebut hirsutisme. Orang yang mengalaminya dapat memiliki bulu cukup lebat pada bagian atas bibir, dagu, tangan, kaki, perut, dada maupun punggung.
Hirsutisme sendiri disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, peningkatan hormon testosteron dan lain-lain.
Jika kondisi ini dikaitkan dengan klaim terkait libido tinggi, faktor yang diperhatikan adalah peningkatan hormon testosteron.
Dilansir dari Sehatq.com, penelitian membuktikan bahwa hormon testosteron tinggi pada wanita sedikit terkait dengan libido.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Sexual Behaviour membuktikan, wanita dengan kondisi tersebut hanya memiliki keinginan untuk melakukan masturbasi, bukan aktivitas seksual bersama pasangan. Namun, penelitian ini masih harus dikaji lebih lanjut.

Pada dasarnya, sangat wajar jika wanita memiliki libido tinggi di usia muda. Hal ini disebabkan oleh lonjakan hormonal.
Namun jika terjadi di usia lanjut, ada tiga hal yang memengaruhi libido wanita, yaitu kondisi medis, psikologis dan sosial.
Kondisi medis sendiri, terbagi lagi beberapa penyebab seperti ketidakseimbangan hormonal, hormon tiroid yang terlalu aktif, konsumsi obat-obatan tertentu, cedera otak dan lain-lain.
Sedangkan, penyebab dari kondisi psikologis dan sosial di antaranya adalah kesedihan, stres, gelisah, depresi, trauma yang belum tuntas, malu terhadap preferensi seksual, hubungan seksual yang membosankan, tidak mampu mengendalikan emosi serta lainnya.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya