Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Viral Penyebab Kematian Pasien Corona & Hubungan dengan Trombosis, Cek Faktanya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 20 Juni 2020 13:23
Viral Penyebab Kematian Pasien Corona & Hubungan dengan Trombosis, Cek Faktanya
Ramai di sosial media. Benarkah thrombosis jadi biang kerok kematian pasien Covid-19?

Dream – Media sosial dihebohkan oleh bakteri penyebab kematian pasien Covid-19. Kabar ini ramai dibicarakan di laman Facebook. Salah satunya dari tangkapan layar akun Facebook Agung P. Murdanoto.

Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 20 Juni 2020, sang pemilik akun mengunggah narasi yang menyebutkan bahwa dokter di Italia telah menemukan obat penangkal Covid-19. Dalam unggahan terdapat klaim bahwa informasi berasal dari dokter di Italia yang tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO. 

Benarkah demikian?

Mengetahui ramai kabar tentang bakteri dan gumpalan darah penyebab kematian pasien-pasien Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional melakukan penelusuran fakta sekaligus menegaskan bahwa penyebab utama kematian pasien Covid-19 karena kegagalan pernafasan, bukan karena Trombosis seperti dikutip dari laman covid-19.go.id pada menu Hoax Buster [SALAH] “ Italia mengalahkan COVID-19 “ Koagulasi intravaskular diseminata” (Trombosis)”.

Sebagai informasi, trombosis sendiri merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat terbentuknya gumpalan darah (trombus) dalam pembuluh darah.

1 dari 7 halaman

Klaim Itu Dibantah

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional melampirkan beberapa penjelasan dan artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul " Fact Check: Blood clot the main reason for Covid-19 death, claims conspiracy theory" yang ditayangkan situs indiatoday.in pada 25 Mei 2020.

Dikutip dari Klikdokter, trombosis arteri umumnya terjadi pada individu yang telah mengalami aterosklerosis, atau penumpukan plak, di dalam pembuluh darah arteri. Aterosklerosis menyebabkan terjadinya penumpukan deposit ateroma, atau plak lemak, pada dinding pembuluh darah tersebut.

2 dari 7 halaman

Terjadi Saat Area Alami Turbulensi

Aterosklerosis umumnya terjadi pada area di mana aliran darah mengalami turbulensi. Proses tersebut dapat mengalami percepatan apabila tubuh terekspos faktor risiko yang berat. Hal ini juga dapat terjadi lebih sering saat seseorang bertambah usia dan pada orang dengan riwayat keluarga mengalami penyakit tersebut.

Gejala-gejala umum trombosis ditandai dengan nyeri dada sesak napas, pusing, pucat, keringat dingin, mual dan muntah. Jika mengalami gejala tersebut, Anda bisa mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan resep obat. Untuk mencegah terjadinya trombosis atau penggumpalan darah sendiri, obat yang biasa dikonsumsi mengandung aspirin atau acetylsalicylic acid.

(Sumber: Liputan6.com/Gilar Ramadhani)

3 dari 7 halaman

Wanita Diduga Dokter Telanjang Stres Anak Suami Meninggal Kena Corona, Cek Fakta

Dream - Media sosial Twitter digemparkan lagi dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan perempuan tak berbusana berdiri di tepi jalan yang ramai. Video ini pertama kali diunggah oleh akun Twitter @filipus_nove.

Menurut akun tersebut, perempuan itu berprofesi sebagai dokter gigi di Surabaya. Perempuan itu diduga stres karena suami dan anaknya meninggal akibat Covid-19.

Mirisnya lagi, di dalam vidio yang berdurasi 44 detik itu, terlihat banyak warga yang mengenali wanita itu tetapi tidak menutupi tubuhnya. Beberapa suara pun terdengar di latar suara video,

" Iki dokter iki pak" (Ini dokter, ini dokter). " Iki wong apik iki..." (Dia orang baik)
" Omahe cedek dalan raya iku, aku ngerti.." (Rumahnya dekat dengan jalan raya, saya tau)

4 dari 7 halaman

Sempat Jadi Tontonan

Dokter© Dream

Dalam video itu disertakan sebuah penjelasan: " Ini dokter gigi di srby...suaminya.ama anak nya mati kena covid.... Ini istrinya stres sampe telanjang dijalan," tulis akun Twitter tersebut.

Terlihat tidak ada orang sekitar yang beraksi cepat mengamankan dokter gigi tersebut, sehingga kejadian ini sempat jadi tontonan banyak orang. Untung saja seorang berkaos panjang putih-merah muda mencoba membujuk wanita tersebut untuk menyudahi tindakannya dan pulang ke rumah.

5 dari 7 halaman

Pengakuan Tetangga

Dari penelusuran yang ada, video perempuan tersebut benar terjadi di kawasan Surabaya Utara. Namun keterangan yang ditulis oleh akun @filipus_nove mengenai suami dan anak dokter tersebut tidak meninggal dunia karena COVID-19. Keduanya dalam keadaan sehat walafiat.

Lis Hidayati, salah satu tetangga wanita tersebuut mengungkapkan video tersebut terjadi sekitar tanggal 29 Mei 2020. Menurutnya, waktu keluar rumah, dokter wanita itu masih dalam kondisi berpakaian lengkap. Namun entah apa yang terjadi, saat di lokasi kejadian tiba-tiba semua pakaiannya dilucuti sendiri dan dokter itu berdiri dalam keadaan tidak berpakaian.

6 dari 7 halaman

Dirayu

Saat mendapatkan laporan dari warga yang melihat, Lis langsung datang ke lokasi sambil membawa selimut dan sarung. Setelah dibujuk dan dirayu Lis akhirnya bisa membawa kembali dokter wanita tersebut ke rumahnya, setelah semua tubuhnya ditutup dengan selimut.

Lis juga menyayangkan adanya vidio yang beredar ini, " Seharusnya tidak perlu direkam, namun langsung diberikan penutup tubuh," .

7 dari 7 halaman

Belum Diketahui Penyebabnya

Di mata para tetangga, dokter wanita ini adalah orang yang sangat baik dan ramah. Hingga kini, para tetangga tidak ada yang bertanya mengapa dokter tersebut sampai berbuat demikian.

" Kami tidak ada yang bertanya kepada pihak keluarga, biarlah itu menjadi urusan keluarga beliau, beliau dan keluarganya adalah orang yang baik," terang Lis.

Harapannya adalah jangan sampai kejadian perekaman seperti ini terulang lagi. Apalagi kemudian di shared ke media sosial. Tentunya hal ini akan merugikan pihak keluarga yang bersangkutan.

(Sumber: kabarsurabaya)

Beri Komentar