6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Benarkah Bakteri Dan Gumpalan Darah Menjadi Penyebab Kematian Pasien Corona?
Dream – Media sosial dihebohkan oleh bakteri penyebab kematian pasien Covid-19. Kabar ini ramai dibicarakan di laman Facebook. Salah satunya dari tangkapan layar akun Facebook Agung P. Murdanoto.
Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 20 Juni 2020, sang pemilik akun mengunggah narasi yang menyebutkan bahwa dokter di Italia telah menemukan obat penangkal Covid-19. Dalam unggahan terdapat klaim bahwa informasi berasal dari dokter di Italia yang tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO.

Mengetahui ramai kabar tentang bakteri dan gumpalan darah penyebab kematian pasien-pasien Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional melakukan penelusuran fakta sekaligus menegaskan bahwa penyebab utama kematian pasien Covid-19 karena kegagalan pernafasan, bukan karena Trombosis seperti dikutip dari laman covid-19.go.id pada menu Hoax Buster [SALAH] “ Italia mengalahkan COVID-19 “ Koagulasi intravaskular diseminata” (Trombosis)”.
Sebagai informasi, trombosis sendiri merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat terbentuknya gumpalan darah (trombus) dalam pembuluh darah.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional melampirkan beberapa penjelasan dan artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul " Fact Check: Blood clot the main reason for Covid-19 death, claims conspiracy theory" yang ditayangkan situs indiatoday.in pada 25 Mei 2020.
Dikutip dari Klikdokter, trombosis arteri umumnya terjadi pada individu yang telah mengalami aterosklerosis, atau penumpukan plak, di dalam pembuluh darah arteri. Aterosklerosis menyebabkan terjadinya penumpukan deposit ateroma, atau plak lemak, pada dinding pembuluh darah tersebut.
Aterosklerosis umumnya terjadi pada area di mana aliran darah mengalami turbulensi. Proses tersebut dapat mengalami percepatan apabila tubuh terekspos faktor risiko yang berat. Hal ini juga dapat terjadi lebih sering saat seseorang bertambah usia dan pada orang dengan riwayat keluarga mengalami penyakit tersebut.
Gejala-gejala umum trombosis ditandai dengan nyeri dada sesak napas, pusing, pucat, keringat dingin, mual dan muntah. Jika mengalami gejala tersebut, Anda bisa mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan resep obat. Untuk mencegah terjadinya trombosis atau penggumpalan darah sendiri, obat yang biasa dikonsumsi mengandung aspirin atau acetylsalicylic acid.
(Sumber: Liputan6.com/Gilar Ramadhani)
Dream - Media sosial Twitter digemparkan lagi dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan perempuan tak berbusana berdiri di tepi jalan yang ramai. Video ini pertama kali diunggah oleh akun Twitter @filipus_nove.
Menurut akun tersebut, perempuan itu berprofesi sebagai dokter gigi di Surabaya. Perempuan itu diduga stres karena suami dan anaknya meninggal akibat Covid-19.
Mirisnya lagi, di dalam vidio yang berdurasi 44 detik itu, terlihat banyak warga yang mengenali wanita itu tetapi tidak menutupi tubuhnya. Beberapa suara pun terdengar di latar suara video,
" Iki dokter iki pak" (Ini dokter, ini dokter). " Iki wong apik iki..." (Dia orang baik)
" Omahe cedek dalan raya iku, aku ngerti.." (Rumahnya dekat dengan jalan raya, saya tau)
© Dream
Dalam video itu disertakan sebuah penjelasan: " Ini dokter gigi di srby...suaminya.ama anak nya mati kena covid.... Ini istrinya stres sampe telanjang dijalan," tulis akun Twitter tersebut.
Terlihat tidak ada orang sekitar yang beraksi cepat mengamankan dokter gigi tersebut, sehingga kejadian ini sempat jadi tontonan banyak orang. Untung saja seorang berkaos panjang putih-merah muda mencoba membujuk wanita tersebut untuk menyudahi tindakannya dan pulang ke rumah.
Dari penelusuran yang ada, video perempuan tersebut benar terjadi di kawasan Surabaya Utara. Namun keterangan yang ditulis oleh akun @filipus_nove mengenai suami dan anak dokter tersebut tidak meninggal dunia karena COVID-19. Keduanya dalam keadaan sehat walafiat.
Lis Hidayati, salah satu tetangga wanita tersebuut mengungkapkan video tersebut terjadi sekitar tanggal 29 Mei 2020. Menurutnya, waktu keluar rumah, dokter wanita itu masih dalam kondisi berpakaian lengkap. Namun entah apa yang terjadi, saat di lokasi kejadian tiba-tiba semua pakaiannya dilucuti sendiri dan dokter itu berdiri dalam keadaan tidak berpakaian.
Saat mendapatkan laporan dari warga yang melihat, Lis langsung datang ke lokasi sambil membawa selimut dan sarung. Setelah dibujuk dan dirayu Lis akhirnya bisa membawa kembali dokter wanita tersebut ke rumahnya, setelah semua tubuhnya ditutup dengan selimut.
Lis juga menyayangkan adanya vidio yang beredar ini, " Seharusnya tidak perlu direkam, namun langsung diberikan penutup tubuh," .
Di mata para tetangga, dokter wanita ini adalah orang yang sangat baik dan ramah. Hingga kini, para tetangga tidak ada yang bertanya mengapa dokter tersebut sampai berbuat demikian.
" Kami tidak ada yang bertanya kepada pihak keluarga, biarlah itu menjadi urusan keluarga beliau, beliau dan keluarganya adalah orang yang baik," terang Lis.
Harapannya adalah jangan sampai kejadian perekaman seperti ini terulang lagi. Apalagi kemudian di shared ke media sosial. Tentunya hal ini akan merugikan pihak keluarga yang bersangkutan.
(Sumber: kabarsurabaya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
