5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: Shutterstock
Dream - Susu termasuk ke dalam kebutuhan asupan harian tubuh. Kerap dianggap sepele karena merasa sudah usia dewasa, susu ternyata senjata penting dalam mencegah pengeroposan tulang terutama di saat memasuki usia lanjut usia.
Susu kaya akan kalsium yang mampu menjaga kepadatan dan kesehatan tulang di usia senja nanti. Tujuan menjaga asupan kalsium adalah untuk mencegah osteoporosis.
Osteoporosis adalah penyakit di mana kepadatan dan kualitas tulang berkurang sehingga berisiko patah. Terutama di bagian pergelangan tangan, pangkal paha dan yang paling sering di tulang belakang bagian bawah.
" Osteoporosis perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa gejala hingga terjadi patah tulang, sehingga disebut dengan Silent Disease," tutur DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MKM, MS, Sp.GK-K, Ketua Umum Pengurus Besar PEROSI di Talkshow Anlene ‘Love Your Bones, Protect Your Future’ belum lama ini.
Berdasarkan data International Osteoporosis Foundation, 1 dari 3 wanita usia di atas 50 tahun dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun berisiko mengalami patah tulang akibat Osteoporosis. Bahkan setiap 3 detik terjadi patah tulang akibat penyakit ini.
Selain kalsium, tubuh juga membutuhkan asupan vitamin D untuk mendukung kesehatan tulang. Vitamin D dan kalsum bisa didapatkan dari makanan dan minuman sehari-hari seperti daging ayam serta telur untuk protein tinggi, atau tahu dan segelas susu.
Asupan kalsium dan vitamin D harus terpenuhi sejak dini karena tulang sudah dibangun sejak bayi hingga mencapai puncak usia 20-30 tahun. Setelah itu, massa tulang akan mengalami penurunan secara bertahap.

" Selain itu, hindari konsumsi alkohol, merokok atau terlalu banyak minum kopi dan soda agar penyerapan kalsium dan pembentukan tulang baru berlangsung optimal dalam tubuh," tegasnya.
Anlene menyediakan susu berkalsium tinggi yang membantu tulang, sendi dan otot tetap sehat dan kuat. Rangkaian produk Anlene, yaitu Anlene Actifit dan Anlene Gold Plus diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nutrisi susu masyarakat Indonesia.
Berkolaborasi dengan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Anlene juga mengadakan program ‘Love Your Bones, Protect Your Future’ dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional 2020.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?